8 Fakta Menarik Rumah Gerbong, Pemenang World Architecture Festival 2018

Image: Archinesia
0 96

Kebanyakan rumah dengan konsep kavling saat ini berkonsep rumah tumbuh. Hal ini membuat pemiliknya memiliki kesempatan untuk mendesain sendiri huniannya di masa mendatang. Konsep rumah tumbuh juga bisa kita dapati di rumah gerbong. Hunian yang menjadi pemenang di World Architecture Festival 2018 kemarin hadir dengan banyak fakta menarik.

Konsep rumah tumbuh atau multistep development house tentu bisa menjadi angin segar bagi masyarakat urban yang notabene kekurangan lahan. Sejumlah fakta menarik rumah gerbong berikut ini dapat menjadi inspirasi kamu dalam mendesain hunian yang nyaman nan modern.

1. Beberapa Kali Mengalami Evolusi

Rumah Gerbong
Image: Archinesia

Bangunan dengan bentuk unik ini tak semata langsung didesain seperti sekarang. Melainkan mengalami beberapa kali evolusi bentuk. Awalnya rumah yang dibeli pada tahun 2000 ini hanya memiliki 2 kamar tidur. Luas mula-mulanya pun sebatas 36 meter persegi.

Di tahun 2003, pemilik rumah gerbong baru dikaruniai buah hati. Mereka sadar akan perlunya tambahan ruangan untuk anak serta ruang bekerja untuk suami yang seorang arsitek. Pemilik pun memperluas hunian hingga batas-batas tapak dan membangun lantai dua agar bagian depan lantai dasar dapat dijadikan kantor.

Di tahun 2006 sampai 2007 evolusi kedua dilakukan. Yakni dengan menggabungkan rumah tetangga agar mampu menampung 4 kamar tidur tambahan beserta ruangan pendukung lainnya.

Tak cukup disitu, sepuluh tahun kemudian atau di tahun 2017, evolusi ketiga dilakukan. Sebab sang suami memerlukan perluasan area kantor. Sang istri pun juga perlu ruangan untuk menjalankan bisnis di rumah. Kebutuhan ruang berkumpul juga tidak terhindarkan. Pada akhirnya lantai ketiga dibangun sehingga total keseluruhan bangunan menjadi 180 meter persegi.

2. Adanya Strategi Krowakisme

Rumah Gerbong
Image: Arsitag

Istilah krowakisme diambil dari bahasa Jawa. Krowak berarti berlubang atau berongga sebagian. Dalam rumah gerbong, strategi tersebut diterapkan. Tujuannya agar elemen seperti void, vegetasi, cahaya, hubungan, hingga aliran ruang tercipta.

Pola volid-solid membentuk penyebaran cahaya dan ventilasi alami yang merata. Vegetasi dimanfaatkan untuk menciptakan aliran ruang antara indoor dan outdoor. Selain menciptakan aliran ruang, vegetasi juga bermanfaat sebagai pengganti tembok dengan esensi yang tetap bertahan.

Adanya strategi krowakisme juga menjadi solusi dari kesulitan perancangan perumahan di perkotaan. Sebab padatnya massa bangunan membuat tantangan tersendiri. Krowakisme juga bermanfaat sebagai langkah menambah fungsi baru di ruang kosong.

3. Pembagian Area yang Sempurna

Rumah Gerbong
Image: Studio SA

Evolusi terakhir rumah gerbong di tahun 2017 menjadikan hunian tersebut memiliki 3 pembagian area. Area pribadi keluarga berserta kamar tidur terkonsentrasi di lantai dua. Lantai tiga berfungsi sebagai area kegiatan bersama. Sedangkan area bisnis dan kerja ada di sisi utara rumah.

Akses pencahayaan alami bisa didapatkan dengan adanya area khusus untuk interior courtyard. Selain itu, hadirnya atap hijau makin menambah estetika hunian dan tentunya mudah diakses.

4. Tumbuh dan Terekam Baik dalam Perkembangan Masyarakat Urban

Rumah Gerbong
Image: Arsitag

Konteks rumah tumbuh yang dijadikan sebagai tema hunian memang menjadi ide brilian. Studio SA_e selaku desainer hunian ini memang berniat menghadirkan sebuah rumah tinggal yang begitu atraktif. Baik itu secara fungsional maupun secara desain.

Tentu saja hal ini membuat rumah gerbong mampu tumbuh dan terekam baik di dalam perkembangan masyarakat urban.

5. Latar Belakang Penyebutan Istilah Gerbong yang Unik

Desain Rumah Gerbong
Image: ArchDaily

Disebut sebagai rumah gerbong bukan berarti terbuat dari gerbong kereta api. Istilah gerbong diambil dari bentuk bangunan akhir yang memanjang. Selain memiliki bentuk memanjang keatas layaknya railway coach, secara strukturnya tidak menambah beban berat.

Tentunya hal ini menguntungkan pembebanan tanah yang ukurannya relatif kecil. Adanya material ringan juga makin menguntungkan dalam kemudahan struktur. Material yang digunakan tidak lebih dari precement board, bata dan baja ringan.

6. Area Sosial/Interaksi yang Meredam Kontras Fungsi Rumah

Rumah Gerbong
Image: Arsitag

Fungsi rumah gerbong yang notabene sebagai tempat tinggal dan bekerja memang menimbulkan sesuatu hal yang kontras. Namun perbedaan fungsi kontras tersebut mampu diredam sempurna dengan adanya area sosial/interaksi.

Empat kamar tidur, ruang keluarga, ruang baca, ruang ibadah, kamar mandi, hingga ruang servis terdapat di area tempat tinggal. Sedangkan area kerja terdiri atas butik, kantor arsiek, dan perpustakaan mini.

Kedua area tersebut disatukan oleh amphitheater kecil, ruang tamu komunal, dapur bersama, serta atap hijau sebagai area interaksi.

Baca Juga: 7 Fakta Unik White Collar Factory, Bangunan Kantor Pemenang World Architecture Festival 2018

7. Memasukkan Elemen-elemen Alam

Desain Rumah Gerbong
Image: Archdaily

Hunian yang berada di kawasan Bintaro, Tangerang ini didesain oleh Studio SA_e. Selain menghadirkan hunian dengan konsep modern serta fungsional di segala sisi, arsiteknya tak ketinggalan memasukkan sejumlah elemen alam di dalam desainnya.

Yakni elemen angin, cahaya, hujan, dsb. Elemen-elemen tersebut hadir pada desain fasad, strategi krowakisme, hingga pada pembagian zona-zonanya. Pemilihan warna putih agar hunian dapat menyatu dengan rumah di sekitarnya. Selain itu, warna netral ini juga lebih menonjolkan warna natural alam.

Warna putih juga digunakan agar pemilihan cat lebih mudah jika nanti diadakan pengecatan ulang atau penambahan bidang.

8. Bukti Keterbatasan Lahan Bukanlah Penghalang untuk Berkembang

Rumah Gerbong
Image: Arsitag

Desain hunian yang unik dan inovatif di lahan yang relatif sempit tentu membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk berkembang. Selain itu, padatnya masa bangunan dapat diantisipasi secara kreatif dengan berbagai cara inovatif nan fungsional.

Tak heran jika hunian dengan desain anti-mainstream ini dinobatkan menjadi pemenang kompetisi World Architecture Festival 2018.

Dengan sejumlah fakta menarik dari rumah gerbong diatas, tak heran mengapa hunian satu ini didapuk sebagai pemenang kompetisi bergengsi di bidang arsitektur.

Leave A Reply

Your email address will not be published.