9 Warisan BJ Habibie Bagi Bangsa dan Dunia

Image: SpaceStock Team
0 68

11 September 2019 adalah hari berkabung bagi bangsa ini. Kehilangan Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih dikenal dengan BJ Habibie menjadi kabar duka bagi seluruh rakyat Indonesia. Tak elak, pria kelahiran Parepare 83 tahun silam ini membawa jasa yang luar biasa bagi bangsa Indonesia baik di dalam negeri maupun dikancah internasional.

Ya, peran tertinggi sebagai Presiden RI ke-3 pun pernah ia duduki dan juga dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-7, menggantikan Try Sutrisno. Begitu Soeharto mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998 BJ Habibie lah yang menggantikanya selama 17 bulan. Selama itu dan selama hidupnya, ia meninggalkan sejumlah warisan yang akan selalu dikenang bangsa ini dan dunia:

1. Meninggalkan Habibie Theory

Warisan BJ Habibie
Image: Indonesianinside.id

Kejeniusan BJ Habibie telah diakui dunia. Bahkan sejak ia menempuh pendidikan di Universitas Teknologi Rhein Westfalen (RWTH) Aachen, di Jerman sana, ini pernah dijuluki Mr. Crack. Ia menemukan Proggresion Crack Theory yang kemudian dikenal dengan istilah Habibie Theory.

Habibie Theory mampu mengkalkulasikan keretakan pada pesawat selama proses terbang landas. Teori ini juga membantu perancangan pesawat modern demi menghindari kecelakaan. Sebelumnya kecelakaan sering terjadi akibat kelelahan (fatigue) material struktur pesawat sulit dideteksi. Habibie sangat detail memperhitungkan semuanya, bahkan sampai ke tingkat atom material pesawat.

2. Membuat Pesawat N-250

Warisan BJ Habibie
Image: Tribunnews.com

Tak sekadar teori semata, kecintaanya pada dunia pesawat terbang dibuktikan Habibie lewat karya. Ia berhasil merancang pesawat bernama N-250. Waktu itu ia diminta kembali ke Indonesia oleh Soeharto. Tepatnya pada 1995 prototipe N-250 versi Gatotkaca melakukan terbang perdana mengangkut 50 penumpang disaksikan langsung oleh Soeharto.

Setahun kemudian, N-250 versi Krincing Wesi sebagai prototipe kedua lahir dengan kapasitas 70 penumpang. N-250 adalah pesawat untuk penerbangan sipil yang dibuat oleh Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang sekarang bernama PT Dirgantara Indonesia. Sayang, proyek ini harus berhenti karena krisis moneter 1998.

3. Membuat Pesawat R-80

Warisan BJ Habibie
Image: Bisnis Tempo

Meski proyek tadi berhenti, bukan berarti karyanya berhenti. Proyek N-250 adalah cikal bakal untuk lahirnya pesawat-pesawat lain. Salah satunya adalah R80 yang diproduksi PT Regio Aviasi Industri (RAI). Inilah perusahaan yang didirikan oleh Habibie bersama putranya, Ilham Habibie.

Pesawat yang pernah hadir di Bekraf Habibie Festival di JIExpo Kemayoran, pada 7 hingga 13 Agustus 2017 ini mampu menampung 80-90 penumpang. Menurut Ilham prototipe tersebut diharapkan bisa mengudara pertama kali pada 2023, lalu diserahkan ke konsumen pada tahun 2025.

4. Merancang Pesawat Lockheed Martin C-130 Hercules

Peninggalan BJ Habibie
Image: JejakTapak

Habibie tercatat juga pernah merancang pesawat Lockheed Martin C-130 Hercules. Inilah pesawat bermesin empat turboprop sayap tinggi yang digunakan untuk membantu tugas militer. Kehebatan pesawat ini terletak pada kemampuanya mengangkut berbagai macam kargo sekaligus bisa mendarat di landasan terbatas.

Selain itu, juga ada karya lain seperti Pesawat Angkut DO-31, Airbus A-300, Hansa Jet 320, CN-235, Multi Role Combat Aircraft (MRCA) dan Helikopter BO-105.

5. Karya Keilmuan dalam Bidang Teknologi, Sastra dan Nasionalisme

Warisan BJ Habibie
Image: Gramedia

Pemikiran Habibie tak hanya teruji dalam membuat pesawat terbang. Ada banyak karya lain yang akan menjadi warisan bagi bangsa ini dan dunia. Berbagai karya masterpiece dalam bidang teknologi, sastra hingga pemikiranya soal nasionalisme.

Dalam bidang nasionalisme misalnya karya berjudul “Detik-detik Yang Menentukan – Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi”. Serta dalam bidang sastra yang karyanya dikenal baik oleh semua orang yaitu “Habibie dan Ainun”.

6. Prototipe DO-31

Warisan BJ Habibie
Image: Wikimedia.org

Inilah karya Habibie yang dibeli oleh NASA. Habibie berhasil membuat prototipe DO-31, sebuah pesawat baling-baling tetap pertama dengan kemampuan tinggal landas dan mendarat secara vertikal. Karya ini dikembangkan HFB bersama industri Donier. Inilah yang kemudian membuat Habibie dilirik oleh MBB, sebuah industri pesawat terbesar yang bermarkas di Hamburg.

Di sana karienya terus melesat. Ia menjadi Vice President/Direktur Teknologi MBB tahun 1974. Tercatat hanya Habibie seorang yang mampu menduduki posisi kedua tertinggi itu di luar orang kebangsaan Jerman.

7. Mobil Maleo

Warisan BJ Habibie
Image: Mobil Motor Lama

Tak hanya dalam dunia penerbangan, Habibie juga mewariskan mobil nasional buatan Indonesia bernama Maleo. Saat ia menjabat Menristek di masa kepresidenan Soeharto, ia berencana membuat mobil Maleo sebagai proyek Mobnas menggandeng perusahaan otomotif asal Australia, Orbital.

Awalnya mobil ini akan dijual dengan harga yang sangat bersahabat. Hanya berkisar Rp30 juta. Mobil Maleo adalah kendaraan penumpang dengan kapasitas mesin 1.200 cc tiga silinder yang menggabungkan teknologi mesin dua-tak dengan teknologi injeksi bahan bakar. Sebagai mobil nasional, Maleo direncanakan di atas 80 persen menggunakan komponen lokal.

Sayang proyek Maleo terpaksa berhenti karena proyek mobnas Timor milik Tommy Suharto. Sekalipun masih sebatas purwarupa, tetapi harumnya nama Maleo akan terus abadi.

8. Melahirkan UU Otonomi Daerah

Sebagai presiden RI ke-3, Habibie juga meninggalkan warisan dalam berbagai kebijakan. Salah satunya adalah lahirnya UU Nomor 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah.

Inilah upaya yang dilakukan BJ Habibie untuk mengatasi kesenjangan antara pusat dan daerah. Cara ini ditempuh demi pemerataan pembangunan dan mengatasi krisis ekonomi 1997/1998.

9. Kebebasan menyalurkan aspirasi, politik dan pers

Setelah terkekang selama masa kepresidenan Soeharto, BJ Habibie mengubah banyak hal dalam bidang kebebasan. Terutama untuk kebebasan menyalurkan aspirasi, politik dan pers. BJ Habibie menandatangani UU No. 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik. Inilah wadah menyalurkan aspirasi sekaligus politik bagi rakyat. Untuk memperkuat, ia pun menandatangani UU Nomor 3/1999 tentang Pemilu.

Tak hanya itu, lahir pula UU Nomor 40/1999 tentang Pers. Inilah yang menjadi tonggak kebebasan pers di Indonesia. Sejak saat itu, pers tak lagi hidup dalam kekangan penguasa. Breidel dihapuskan.

Kini sang Pahlawan Nasional itu telah tiada. Tetapi bangsa dan dunia ini akan selalu mengenangnya. Selamat jalan Eyang BJ Habibie.

Leave A Reply

Your email address will not be published.