Bank of Africa, Gedung Tertinggi Baru di Benua Hitam

Image: SpaceStock Team
0 138

Bank of Africa merupakan grup perbankan yang beroperasi di 18 negara benua Afrika dengan satu kantor perwakilan di Prancis, Paris. Bank of Africa merupakan salah satu penyedia layanan keuangan yang besar di berbagai negara di benua Afrika. Dibentuk pada tahun 1982, bank ini berpusat di Bamako, Mali.

Sejak tahun 2010, Bank of Africa mayoritas dimiliki oleh Bank BMCE, bank swasta terbesar kedua di Maroko. Dengan kepemilikan oleh Bank BMCE, Bank of Africa mendapatkan banyak bantuan dari segi operasional dan akses sehingga mampu mengembangkan bisnisnya sampai ke Eropa dan Asia.

Bank of Africa
Image: Arch Daily

Terletak di Maroko

Sebagai penyedia layanan keuangan yang besar, Bank of Africa akan terus menunjukkan keberadaannya. Salah satunya dengan membangun gedung baru di Rabat, Maroko.

Gedung baru dari Bank of Africa ini dikabarkan akan menjadi gedung yang tertinggi di Benua Afrika. Hal ini menjadi bukti bahwa Afrika juga tak kalah maju dalam hal pembangunan, meninggalkan kesan sebagai benua yang miskin.

Bangunan ini dirancang oleh arsitek Rafael de la Hoz dan Hakim Benjelloun. Pembangunannya dipegang oleh firma konstruksi BESIX Group dan Travaux Generaux de Construction de Casablanca (TGCC).

CEO dari BESIX Group, Rik Vandenberghe menyebutkan bahwa ia bangga firma konstruksinya dapat terlibat dalam pembangunan gedung baru Bank of Africa. Disebutkan juga bahwa gedung ini akan menjadi salah satu ikon Afrika.

Desain dari Rafael de la Hoz dan Hakim Benjelloun ini bahkan menargetkan untuk bisa mendapat sertifikasi emas LEED dan HQE. Tidak heran karena rancangan gedungnya memenuhi standar lingkungan internasional tertinggi. BESIX Group juga memiliki banyak inovasi teknologi yang seiring dengan keindahan seni bangunan. Gedung baru ini tentu akan menjadi gedung yang megah, berseni, dan ramah terhadap lingkungan.

BESIX Group merupakan firma konstruksi yang juga pernah terlibat dalam proyek besar lainnya di Afrika dan Timur Tengah. Hasil bangunan tersebut diantaranya Burj Khalifa di Dubai, Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi, dan Hotel Four Seasons di Manama, Bahrain.

Othmane Benjelloun, CEO dari BMCE Bank of Africa menyatakan bahwa ia percaya terhadap keahlian dan pengetahuan BESIX Group dalam pembangunan gedung Bank of Africa. Ia juga percaya bahwa mereka memiliki tujuan yang sama yaitu supaya gedung ini nantinya dapat menjadi kebanggan Maroko dan lebih luas lagi menjadi kebanggaan benua Afrika.

Baca Juga: Ini Dia 9 Gedung Tertinggi di Dunia Paling Menakjubkan

Tingginya Mencapai 250 Meter

Gedung Bank of Africa rencananya akan dibangun mencapai ketinggian 250 meter atau 820 kaki. Ketinggian ini akan mengalahkan rekor gedung tertinggi di Afrika yang sebelumnya dipegang oleh Carlton Centre, dengan ketinggian 223 meter atau 732 kaki.

Pembangunan calon landmark benua Afrika ini telah dimulai tahun lalu pada 1 November 2018. Rencananya, pembangunan ini akan selesai pada 30 Mei 2022. Pada saat pembukaan pembangunan gedung Bank of Africa, Othmane Benjelloun juga mempresentasikan miniatur model dari calon gedung tersebut.

Rupanya Othman Benjelloun juga menginginkan gedung ini dinamakan gedung Mohamed VI sebagai bentuk penghormatan terhadap Raja Maroko Mohamed VI. Hal ini disampaikannya dalam pidato di hadapan Raja.

Jauh sebelum pembangunan gedung, telah dilakukan berbagai studi geologis, teknis, dan arsitektural. Penelitian multidimensi ini dimulai dengan peletakkan batu pertama oleh Raja Mohamed VI pada tanggal 9 Maret 2016.

Fakta Menarik Bank of Africa
Image: Skyscraper Center
Gedung Tertinggi di Afrika
Image: Vagabond

Calon gedung 55 lantai ini tidak akan hanya menjadi kantor Bank of Africa. Gedung ini juga akan berisi hotel mewah, apartemen, tempat perkantoran, dan teras pandang di bagian atas. Dari teras pandang di bagian atas gedung ini pengunjung dapat menikmati pemandangan kota di sekitar gedung.

Desain gedung Bank of Africa direncanakan dapat dilihat dari jarak 50 kilometer untuk segala sisi. Luas dari gedung ini sendiri yaitu sekitar 102.800 meter persegi. Garis besar rancangan gedung ini terdiri dari menara yang diletakkan di atas podium. Rancangan ini melambangkan roket yang berada pada landasan peluncurannya.

Untuk mengakomodasi kebutuhan pengunjung gedung, akan disediakan total 40 elevator. 23 elevator akan dibangun di bagian menara, sedangkan 17 elevator lainnya akan dibangun di bagian podium.

Tahan Terhadap Bencana Alam

Sebagai bangunan pencakar langit, desain dari gedung Bank of Africa dirancang agar mampu menahan kekuatan angin kencang dan gempa bumi. Selain itu, gedung ini juga harus tahan menghadapi banjir yang mungkin terjadi akibat meluapnya sungai Bouregreg tidak jauh dari gedung.

Demi kekuatan bangunan, pada fasad atau muka bangunan terdiri dari 70 persen inti beton dan 30 persen struktur baja. Di beberapa lantai terakhir bangunan juga akan dipasang sistem peredam untuk menahan getaran.

Sebagai bagian dari komitmen pengembang untuk mewujudkan bangunan ramah lingkungan, di bagian selatan bangunan akan dipasang panel surya. Selain itu desain bangunan juga akan mampu memfasilitasi siklus air hujan dan pengolahan cairan limbah. Air hangat yang dapat diakses pengunjung juga didapatkan dari sistem internal pemulihan energi di gedung.

Pembangunan gedung ini tentu menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Kabarnya, biaya yang diperlukan yaitu sekitar 314 juta dolar.

Lebih jauh, gedung Bank of Africa akan menjadi pusat dari proyek pembangunan lembah Bouregreg. Selain itu, bangunan ini menjadi bagian dari program modernisasi Rabat yang disebut Rabar Ville Lumière, Capitale Marocaine de la Culture (Rabat, City of Light, Moroccan Capital of Culture).

Proyek besar ini juga melibatkan berbagai pembangunan beberapa fasilitas inovatif. Diantaranya adalah Teater Agung Rabat, gedung Arsip Nasional Kerajaan Maroko, dan Museum Arkeologi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.