Demi Keamanan, KKK Periksa 800 Gedung Bertingkat di Jakarta

Image: Pexels/TomFisk
0 124

Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) yang dibentuk pada awal tahun 2018 telah melakukan tugasnya. Kali ini KKK bertugas untuk memeriksa bangunan gedung bertingkat yang ada di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Pemeriksaan ini dilakukan sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Demi Antisipasi Kecelakaan

Anggota-Komite-Keselamatan-Konstruksi. Image: Sentananews.com

Tujuan pemeriksaan yang dilakukan KKK yang berlangsung selama 90 hari ini adalah untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran dan keruntuhan bangunan yang sempat terjadi pada tahun 2018 dan 2019 sebagai akibat dari kegagalan pengelolaan gedung.

Hasil dari pemeriksaan ini akan menghasilkan penilaian yang terdiri dari lima kategori, yaitu Tidak Patuh bernilai 0-2, Kurang Patuh bernilai 2-4, Cukup Patuh bernilai 4-6, Patuh bernilai 6-8, dan Sangat Patuh bernilai 8-10.

Pemeriksaan akan ditujukan untuk tiga jenis bangunan gedung di DKI Jakarta. Mereka adalah gedung apartemen dengan tinggi delapan lantai atau lebih khususnya kelas menengah ke bawah.

Selanjutnya adalah gedung perkantoran dengan tinggi delapan lantai atau lebih dan umur gedungnya sudah lebih dari delapan tahun. Yang terakhir adalah gedung pusat perbelanjaan yang berumur lebih dari 10 tahun.

800 Gedung Jadi Sasaran

KKK Periksa 800 Gedung Bertingkat
Image: Pinterest.com

Ada 800 gedung yang menjadi objek pemeriksaan KKK ini. Mereka terdiri dari 168 gedung apartemen kelas menengah ke bawah dengan kriteria setinggi minimal delapan lantai.

Kemudian ada 408 gedung perkantoran minimal delapan lantai yang berumur lebih dari delapan tahun. Yang terakhir adalah 224 gedung perbelanjaan yang usianya sudah menginjak 10 tahun.

Pemeriksaan apartemen yang dikhususkan pada kelas menengah ke-bawah adalah karena biaya pemeliharaan gedung yang lebih murah dibandingkan apartemen kelas menengah ke atas.

“Sementara gedung apartemen kelas menengah ke atas dinilai lebih terpelihara dengan baik karena para penghuninya telah membayar biaya perawatan lebih tinggi, jadi ada tuntutan untuk adanya kondisi gedung yang lebih baik,” jelas Ketua Tim Pemeriksaan Bangunan Gedung Provinsi DKI Jakarta, Rizal Z Tamin.

Baca Juga: Intip Pesona 10 Gedung Tertinggi di Jakarta

Unsur Penilaian

KKK Periksa 800 Gedung Bertingkat
Image: Pixabay

Menurut Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin, ada tiga unsur yang menjadi penilain dalam pemeriksaan tersebut. Ketiga unsur tersebut adalah komitmen, kelengkapan dokumen, dan komponen bangunan gedung.

Unsur pertama adalah komitmen, yaitu komitmen pengelola gedung. Unsur ini terdiri dari kelengkapan fungsi organisasi, jumlah sumber daya, kompetensi sumber daya, standard operational procedure (SOP), dan sistem evaluasi bencana. Bobot penilaian dari unsur komitmen ini adalah 20 %.

Kemudian unsur ke-dua adalah kelengkapan dokumen perizinan. Dokumen-dokumen yang dimaksud adalah sertifikat laik fungsi (SLF), izin teknis, seta kelengkapan dokumen lainnya. Bobot unsur ke-dua ini lebih tinggi dari unsur pertama, yaitu 40 %.

Selanjutnya, unsur yang terakhir adalah komponen bangunan gedung. Komponen bangunan gedung kemudian dibagi menjadi lima kriteria, yaitu kesesuaian fungsi, persyaratan tata bangunan, aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Bobot penilaian unsur ini secara keseluruhan adalah 40 %.

Penilaian dari unsur komponen bangunan gedung menjadi salah satu yang paling kompleks. Menurut Rizal Z Tamin, untuk aspek keselamatan saja ada tiga hal yang harus diperhatikan.

“Ada tiga komponen besar dalam pemeriksaan aspek keselamatan, Yaitu keselamatan struktur, bahaya kebakaran, dan petir. Kalau aspek kesehatan menyangkut penghawaan, sanitasi atau pengolahan air kotor, dan pembuangan limbah. Ada hal teknis di dalamnya yang perlu diperiksa,” jelas Rizal.

Sementara itu, persyaratan yang diperiksa terkait aspek kenyamanan adalah ruang gerak dan hubungan antar-ruang. Selain itu adalah kondisi udara dalam ruang, pandangan, serta tingkat getaran dan kebisingan.

Aspek terakhir dalam komponen bangunan gedung yang harus diperiksa adalah aspek kemudahan. Aspek ini adalah tentang apakah fasilitas yang disediakan dalam bangunan gedung memadai atau tidak.

Pemeriksaannya mencakup persyaratan hubungan ke, dari, dan di dalam bangunan gedung, serta kelengkapan prasarana dan sarana dalam pemanfaatan bangunan gedung.

Leave A Reply

Your email address will not be published.