Lebih Baik Tinggal Sendiri atau Bareng Keluarga?

Meninggalkan rumah untuk perkembangan diri, kenapa tidak?

Image: GetResponse
0 75

Pada umuran sekitar 20 – 30, persoalan terbesar yang kerap menghantui hidup adalah seputar krisis jati diri. Dihantui pertanyaan seperti “Mau jadi apa?”, “Bosan dengan rutinitas seperti ini, apakah bisa hidup bebas seperti yang diinginkan?”, “Apakah bisa suatu hari nanti tinggal sendiri?”. Belum lagi jika berada di usia yang siap memasuki fase pernikahan. “Setelah menikah, siapkah saya meninggalkan rumah dan memulainya dengan keluarga baru?”.

Tak perlu khawatir, hal itu memang umum terjadi pada setiap manusia yang tengah dirundung permasalahan dan diuji kedewasaannya dalam menjalani hidup.

Lebih baik tinggal sendiri atau bareng keluarga?

Pada dasarnya, kondisi dan kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Ada permasalahan yang terjadi ketika bertekad ingin mencari nafkah sendiri di luar kota, sehingga otomatis harus terpisah jarak oleh orang tua. Kemudian kasus lain seperti lokasi tempat tinggal yang jauh dari tempat kerja atau kampusnya, hingga akhirnya mencari kos-kosan atau apartemen untuk tempat persinggahan.

Namun ada pula beberapa kondisi yang tidak memungkinkan untuk jauh dari keluarga. Beberapa kasus terlihat bahwa kondisi yang hanya tersisa beberapa anggota dalam keluarga maka tidak mungkin untuk pergi jauh-jauh dari keluarga. Lalu tak jarang pula dihadapi kondisi bahwa tidak siap untuk mengemban semua beban sendiri tanpa bisa berkeluh kesah dengan keluarga.

Tak ada yang salah dengan kedua hal itu. Persoalan ini lebih mengarah soal perkembangan diri. Ketika sudah bisa menafkahi diri sendiri atau mencari solusi masalah sendiri, itu artinya kamu siap untuk mengembangkan diri jauh ke depan. Namun apakah itu artinya semuanya akan dijalani dengan mudah? Pun tidak. Masih banyak kendala-kendala yang harus dihadapi ke depannya. Plus, harus kamu hadapi seorang diri.

Hidup Sendiri Demi Perkembangan Diri

Banyak orang bilang, tidak ada yang lebih menantang dibandingkan menghadapi dunia luar. Di sinilah proses kedewasaannya diuji. Untuk itu, telaah dulu apa yang dapat menguatkan tekadmu dalam meninggalkan rumah dan hidup sendiri. Mari membaca sembari berkaca diri.

1. Punya cukup ruang untuk lebih mengenal diri sendiri

Hidup Sendiri atau Bersama Keluarga
Image: HuffPost

Paham maksud hal ini? Dengan hidup sendiri, kamu lebih punya waktu dan ruang untuk melihat ke diri sendiri, seperti apa karaktermu. Sebagaimana saat mengurus kebutuhan hidup pribadi, apakah kamu bisa mengelolanya dengan baik? Di situlah kamu bisa paham bahwa kamu tipe orang pintar dalam management atau justru boros?

Contoh lain, di saat kamu sedang dihantui pekerjaan yang menumpuk. Di saat sepulang kantor, kamu bisa berkaca dan mengingat kejadian tadi, apakah kamu hadapi dengan tenang atau justru dengan emosi yang meluap?

2. Siap untuk hidup mandiri

Hidup Mandiri
Image: Thought Catalogue

Sudah pasti. Hidup sendiri itu mengatur dan menjalankan kehidupanmu sendiri. Ketika kamu sudah terbiasa dengan hal ini, itu artinya kamu mulai masuk ke tahap pendewasaan yang lebih tinggi. Selayaknya proses dalam hidup, apa lagi yang dijalani manusia kalau bukan memperjuangkan diri sendiri?

3. Sadar akan setiap konsekuensi

Hidup Jauh dari Keluarga
Image: Pinterest

Namanya pun berada di usia 20 – 30 tahun, usia di mana masih ingin sedikit mengeksplorasi hal-hal yang belum pernah dilakukan. Dengan hidup sendiri, kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau tanpa pantauan keluarga atau orang tua.

Tapi dengan hidup sendiri, kamu lebih bisa tersadar akan setiap konsekuensi yang ada. Toh, konsekuensi itu akan kamu sendiri yang jalani jika terlanjur melakukan kesalahan. Semakin dewasa kamu, semakin dapat mengambil keputusan dengan bijak.

Baca Juga:Di Jakarta, Lebih Enak Hidup di Apartemen atau Rumah?

4. Bisa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri

Tips Hidup Sendiri
Image: Lindsey Elmore

Mungkin saat hidup bersama keluarga, kamu tidak terbiasa mengerjakan beberapa pekerjaan rumah. Otomatis kamu dituntut untuk bisa melakukan semua itu sendiri. Lagipula coba dipikir lagi, sudah bukan umurnya untuk menambah beban orang tua dalam melakukan pekerjaan rumah secara ekstra.

5. Waktu lebih terasa berkualitas saat bertemu keluarga

Tips Hidup Sendiri
Image: Hello Sehat

Biarpun sudah putuskan untuk keluar dari rumah, bukan berarti lupa kalau ketemu orang tua lagi itu penting. Kalau lokasimu masih berada satu kota, tidak ada salahnya luangkan waktu sebulan sekali ketemu dengan orang tua. Nah saat sudah bertemu orang tua, percayalah, waktu bakal terasa amat berkualitas. Suasana pun lebih intimate.

6. Membentuk pribadi yang lebih tegas dan berani 

Tips Jalani Hidup Sendiri
Image: GoodNet

Tak berani keluar dari zona nyaman itu tidak akan membawamu ke mana-mana. Dengan hidup sendiri, kamu lebih berani untuk mengambil tantangan demi perkembangan diri. Atau bisa juga kita kaitkan dengan contoh menghadapi ketakutan selama hidup. Misalnya kamu takut hidup sendiri karena faktor hantu atau kriminal, di sini kamu akan secara natural berani untuk menghadapi itu semua.

Tinggal Bareng Orang Tua Juga Tidak Masalah

Tinggal Bersama Orang Tua
Image: Kumparan

Tidak ada yang salah pula dengan memilih keputusan tinggal bersama orang tua atau keluarga. Pada akhirnya kita akan lebih merasa aman dan tenang ketika berkutat dengan dunia luar namun masih berada di jangkauan keluarga. Semua urusan merasa terpenuhi, bahkan ketika punya masalah pun langsung tahu harus ke mana untuk berkeluh kesah. Untuk kamu yang berencana meninggalkan rumah dan tinggal sendiri, wajib sadar pula akan poin kelebihan tinggal bersama orang tua:

1. Lebih hemat uang

Tentu yang jadi faktor utama keuntungan tinggal bersama keluarga adalah lebih hemat pengeluaran. Saat kamu tinggal sendiri, segala hal akan menjadi tanggung jawab sendiri. Nah beberapa urusanmu bisa lebih ringan sedikit ketika tinggal bersama keluarga, misalnya tidak perlu bayar tagihan listrik, tidak perlu stress memikirkan belanja bulanan, biaya internet, dan lain-lain.

2. Pekerjaan rumah lebih ringan

Jangan dipikir melakukan pekerjaan rumah itu hal yang ringan. Justru itu yang paling menguras tenaga setiap harinya. Saat berada di rumah, mungkin tidak semua pekerjaan rumah wajib kamu lakukan, misalnya hanya menyapu, mencuci pakaian, atau memasak saja.

3. Punya teman berbagi cerita dan suasana hunian yang hangat

Lagi dan lagi, keluarga adalah tempat terbaik kamu kembali lagi untuk berkeluh kesah. Ketika punya masalah hidup, kamu ada orang terdekat yang bisa diajak sharing dan menemukan solusi. Satu hal yang menjadi sisi buruk tinggal sendiri adalah kamu harus menyimpan dulu segala sesuatu hal yang terjadi sampai bertemu teman/sahabat untuk bercerita. Kamu pun harus terima resiko untuk suasana yang tenang dan sunyi saat tinggal sendiri nantinya.

4. Bisa sambil merawat orang tua

Biar bagaimanapun, orang tua sudah memasuki usia yang rentan dan tidak produktif. Lalu kalau bukan kita yang tetap menjaga dan merawat mereka, siapa lagi? Selain itu tak cuma merawat, kamu juga bisa menghibur mereka dalam keadaan susah maupun senang.

Pada akhirnya, tinggal sendiri itu memang baik untuk perkembangan diri. Untuk kamu yang sedang dirundung pikiran seperti ini, jangan ragu untuk ambil keputusan mandiri, apapun definisi mandiri menurut versimu. Tapi untuk kamu yang ingin melangkah hidup sendiri ke depan, yakinkan dan sadari dulu hal-hal yang mungkin akan terjadi ke depannya.

Nah ketika sudah bertekad untuk hidup sendiri, memangnya jenis hunian apa yang pas untuk kebutuhan itu? Tentu pilihannya adalah apartemen dan rumah. Jangan sampai hunianmu nanti tidak mendukung keputusan untuk hidup sendiri, hingga akhirnya menyesal di kemudian hari. Cari dulu seperti apa hunian ideal menurutmu, lalu jalani kebutuhan hidupmu berikutnya. Cari apartemen dan rumah yang pas untuk kamu? Cek di SpaceStock, ya!

Leave A Reply

Your email address will not be published.