M-Ten Baru Tutup Atap, Siap Beroperasi Tahun 2020 Nanti

Image: RETalk Asia
0 35

Gedung M-Ten yang berlokasi di kawasan Tendean Jakarta Selatan telah menginjak tahap tutup atap. Konstruksi struktur atau tutup atap Menara Tendean (M-Ten) dirampungkan PT Singa Propertindo Haryono bersama Karyadeka Group pada Senin (16/9/2019).

Perkantoran yang beralamat di JL Kapten Tendean Jakarta Selatan ini dirancang dengan total luas 23.628 meter persegi. Ditargetkan, gedung perkantoran ini akan beroperasi pada tahun 2020 mendatang.

Presiden Direktur PT Singa Propertindo Haryono, Boediono Tjiptodihardjo mengemukakan bahwa untuk mencapai tahap tutup atap, dibutuhkan waktu sekitar 28 bulan.

“Pembangunan pun dikerjakan sejak awal April 2017 lalu,” ungkap Boediono dalam keterangan tertulisnya pada Kompas.com, Selasa (17/9/2019).

M-Ten Topping Off
Image: RETalk Asia

Mengusung Konsep Plug-And-Play

Boediono menuturkan bahwa M-Ten akan mengakomodasi kebutuhan ruang perkantoran dengan mengusung konsep plug-and-play. Konsep tersebut memungkinkan karyawan dapat bekerja secara simultan serta mampu menikmati perpaduan menarik antara gaya hidup dan fasilitas ritel yang terintregasi.

“Selain kantor, M-Ten juga akan dilengkapi dengan ruang ritel dengan luas 3.142 meter persegi,” tutur Boediono.

M-ten pun tidak hanya sebagai ruang kerja semata. Boediono mengemukakan bahwa gedung ini akan menjadi bangunan yang lebih terintregasi dengan segala hal. Termasuk dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Intregasi tersebut diharapkan mampu mendukung sektor penting seperti bisnis serta membentuk lingkungan yang dinamis dengan gaya hidup yang modern.

Direktur Karyadeka Group, Solidi Korompis juga menambahkan bahwa M-Ten merupakan portofolio perkantoran ketujuh yang dikembangkan perusahaannya. Tentu rampungnya gedung M-Ten ini menambah rentetan portofolio gedung yang telah dibangun perusahaan tersebut.

“Sebelumnya kami berhasil membangun Cyber 1, Cyber 2, Menara Kadin Indonesia, Menara Alamanda, Menara Karya, serta Kantor Alamanda Bali,” tutur Solidi mengungkapkan.

M-Ten Tutup Atap
Image: dok. PT Singa Propertino Haryono

Merevolusi Cara Orang Bekerja

Ditargetkan beroperasi pada 2020 mendatang, M-Ten merupakan gedung perkantoran yang didesain cukup berbeda. Hal ini diungkapkan oleh Boediono. Kehadiran M-Ten menurutnya mampu merevolusi cara orang bekerja serta memahami ruang kerja mereka.

Hal ini sangat berkaitan dengan efisiensi sumber daya serta peningkatan produktivitas. Tentu saja selain mampu merevolusi cara orang bekerja, gedung perkantoran tersebut juga akan menjamin kestabilan tingkat hunian pada angka 83 persen hingga semester I-2019.

Rampungnya konstruksi M-Ten diharapkan mampu mengejar keseimbangan antara pasokan dan penawaran hingga akhir 2023 kelak.

Menurut beberapa riset, total ruang kantor di Jakarta pada kuartal II-2019 mencapai 10 juta meter persegi. Tingkat huniannya pun dalam posisi stabil 83% hingga akhir semester I-2019.

Ada juga lembaga memprediksi akan ada tambahan pasokan ruang kantor mencapai 1,5 juta meter persegi. Pertumbuhan tersebut akan terjadi pada tahun 2019 dan mengalami perlambatan pada 2020-2021 sehingga diperkirakan tingkat kekosongannya mencapai 13,1%.

Dari sisi harga, diperkirakan harga sewa ruang kantor pun akan mengalami kenaikan. Namun kenaikan yang dialami hanya sekitar 4%-4,5%. Hal ini disebabkan banyaknya tambahan ruang kantor. Terutama di kawasan-kawasan strategis seperti di Tendean.

Senior Associate Director Colliers International, Ferry Salanto mengungkapkan bahwa akan terjadi kenaikan harga sewa perkantoran sebenarnya bukan karena pasarnya membaik. Melainkan karena adanya tambahan pasokan perkantoran.

“Dengan menelurkan gedung berkualitas Grade A seperti misalnya M-Ten serta ditambah lokasinya yang strategis, maka harga yang ditawarkan otomatis akan lebih tinggi,” imbuhnya.

Tentu banyak yang berharap positif akan rampungnya gedung perkantoran ini. Tak hanya dari segi pebisnis, melainkan dari berbagai macam sektor. (Source: Kompas)

Leave A Reply

Your email address will not be published.