Mengenal Ciri-Ciri Bangunan Berkonsep Green Building

Image: SpaceStock Team
0 167

Kata “Green Building” apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah “bangunan hijau”. Green Building maksudnya bukan sembarang bangunan yang berwarna hijau. Banyak orang yang salah beranggapan bahwa green building adalah bangunan yang diberi cat warna hijau dan dikelilingi oleh taman hijau. Makna dari green building tak sekedar itu, melainkan datang dari faktor performa gedung itu pula.

Green building adalah suatu istilah yang mengacu pada gedung yang sehat dan nyaman bagi penggunannya, serta ramah lingkungan. Bangunan jenis ini dirancang untuk menjadi bangunan yang efisien dan dapat mereduksi dampak terhadap lingkungan dibanding bangunan biasa. Tahap perencanaan dan pembangunan green building juga dilakukan dengan mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan seminimal mungkin.

[lwptoc]

Tujuan Dibangunnya Green Building

Bangunan Green Building
Image: Wikipedia

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa berbagai dampak bagi kehidupan manusia. Salah satunya adalah perubahan iklim yang terjadi di bumi. Sejak awal abad ke-20, penggunaan teknologi dalam kehidupan manusia memberi dampak yang signifikan terhadap iklim bumi. Hal ini didukung pula dengan bertambahnya populasi manusia di bumi.

Bertambahnya manusia dengan berbagai aktivitasnya membutuhkan lebih banyak rumah tinggal dan gedung-gedung tinggi. Sayangnya, pembangunan gedung-gedung ini telah berkontribusi terhadap berbagai kerusakan lingkungan. Sistem pengelolaan limbah yang buruk dan pengurangan lahan hijau menjadi faktor yang banyak dibicarakan dan harus dicari solusinya.

Manusia terus mencari solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan ini. Salah satunya adalah dengan membangun gedung-gedung yang lebih ramah lingkungan. Salah satu caranya adalah membangun bangunan dengan konsep green building. Pembangunan green building memang dapat lebih mahal biayanya, namun biaya operasionalnya bisa lebih murah dibandingkan gedung biasa lain.

Ciri-Ciri Bangunan Berkonsep Green Building

Ada beberapa ciri yang bisa kita gunakan untuk menilai sebuah bangunan menerapkan konsep green building atau tidak. Berikut beberapa diantaranya:

1. Memanfaatkan sumber daya alami untuk mewujudkan kenyamanan di dalam gedung

Di dalam gedung-gedung, terutama di kota besar banyak menggunakan lampu untuk penerangan dan alat pendingin ruangan (air conditioner) agar ruangan menjadi lebih sejuk. Penggunaan yang berlebihan akan mengakibatkan penggunaan listrik yang berlebihan pula.

Green Building memanfaatkan sumber daya alami untuk mewujudkan kenyamanan di dalam gedung. Misalnya dengan menambahkan ventilasi dan jendela yang lebar pada desain bangunan. Hal ini membantu agar bagian dalam gedung mendapatkan cahaya alami dan sirkulasi udara yang baik. Sebagai hasilnya maka penggunaan energi pun dapat dihemat.

2. Pembangunan gedung menggunakan bahan yang sehat bagi manusia

Konsep green building selain ramah lingkungan juga lebih ramah terhadap kesehatan manusia. Pembangunan green building bahkan tidak lagi menggunakan material beracun yang dapat mengganggu kesehatan. Misalnya dengan tidak menggunakan cat yang beracun dan tidak menggunakan AC yang dapat merusak lapisan ozon.

Di dalam green building juga dipasang sensor CO2 atau karbon dioksida. Kadar karbon dioksida dalam gedung jika terlalu tinggi akan dapat terdeteksi sehingga kesehatan penghuni gedung dapat lebih terjaga.

3. Efisiensi penggunaan air dan pengelolaan air yang baik

Penggunaan air tanah yang belebihan dan tidak tepat akan memberikan berbagai dampak negatif. Apabila suatu gedung terlalu banyak menggunakan air tanah tanpa memberikan tambahan air ke bawah tanah maka akan menimbulkan ruang kosong yang pada akhirnya dapat menyebabkan turunnya permukaan tanah.

Green building memiliki sistem penggunaan air yang efisien. Bangunan ini juga memanfaatkan air hujan dengan cara membangun penadah air hujan bawah tanah atau sumur resapan. Hal ini bertujuan untuk menggantikan air tanah yang terpakai agar permukaan tanah tidak turun.

Selain itu, pengguna green building juga diberikan fasilitas agar dapat memanfaatkan air dengan efisien. Misalnya menggunakan kran air dengan sensor, menggunakan kran air dengan aliran yang tidak terlalu besar, dan lain sebagainya.

Baca Juga: 7 Apartemen Berkonsep Green Building di Jakarta

4. Desain bangunan yang efisien dan penggunaan material yang ramah lingkungan

Sejak tahap perencanaan, pembangunan green building harus dirancang agar memiliki struktur desain yang efisien. Penggunaan material yang berlebihan tentu akan menjadi pemborosan yang tidak perlu. Pembangunan struktur green building dilakukan dengan menggunakan seminimal mungkin material namun tetap aman bagi penghuninya dan strukturnya tetap kuat.

Penghematan material dilakukan misalnya dengan mencegah membangun dinding yang terlalu tebal, mencegah penggunaan material yang terlalu berat, dan sebagainya. Hal ini selain dapat menghemat material juga dapat menghemat pengeluaran yang diperlukan.

5. Ruang Terbuka Hijau

Ruang terbuka yang ditanami berbagai tanaman hijau merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki gedung ramah lingkungan. Selain itu ruang terbuka hijau dapat membantu menyerap polusi dan memberikan kesegaran. Selain itu, ruang terbuka hijau juga berperan dalam penyerapan air tanah dan menjaga siklus air.

Menurut peraturan Gubernur DKI Jakarta, bangunan-bangungan di Jakarta harus memiliki ruangan terbuka hijau minimal 30 persen. Untuk memaksimalkan ruang ini, pengelola gedung juga dapat memilih untuk menanam tanaman yang tidak terlalu banyak memerlukan air. Apabila lahan gedung sempit, hal ini dapat diatasi juga dengan membangun roof garden.

Contoh Green Building di Indonesia

Green Building di Indonesia diukur dan dinilai oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). GBCI menggunakan sistem rating yang disebut dengan GREENSHIP. Sistem ini dibangun dengan melibatkan berbagai ahli dan mempertimbangkan kondisi alam Indonesia.

Berikut adalah contoh dari beberapa gedung di Indonesia yang telah mendapatkan sertifikat Green Building dari GBCI:

  1. Sequis Center di Jakarta Selatan
  2. Menara BCA di Jakarta
  3. Sampoerna Strategic Square di Jakarta Selatan
  4. Gedung Utama Kementerian PU di Jakarta
  5. Gedung Teraskita di Jakarta Timur
  6. Gedung Mina Bahari IV Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat
  7. Gedung DUSASPUN Gunung Putri
  8. The 101 Yogyakarta Tugu, DIY
  9. The 101 Bogor Suryakancana, Jawa Barat
  10. Alamanda Tower, Jakarta Selatan
  11. Mal Pacific Place di Jakarta
  12. Citra Maja Raya, Lebak, Banten

Dengan memahami konsep green building lebih baik, semoga kamu juga menerapkanya pada hunian. Selain konsep hunian yang tetap nyaman dan menarik, tetap dapat melestarikan lingkungan pula. Setuju?

Leave A Reply

Your email address will not be published.