Tata Cara dan Syarat Mendirikan PT di Indonesia Lengkap

Image: BookSquad
0 270

PT atau singkatan dari Perseroan Terbatas merupakan badan usaha yang memiliki ketetapan hukum. Karena berketapan hukum, maka dalam mendirikan PT harus mengikuti aturan-aturan hukum yang berlaku. Baik itu aturan formal atau yang tertulis, maupun aturan hukum yang tidak tertulis. Bagi kamu para pelaku perusahaan rintisan yang hendak mendirikan PT, berikut sejumlah syarat mendirikan PT yang mesti kamu penuhi:

Syarat Mendirikan PT
Image: thepresidentialhustle.com

1. Data Pendirian PT

Ketika akan membuat PT, pertama-tama kamu harus mengetahui syarat mendirikan PT pertama yakni menentukan dulu nama PT tersebut. Selain itu tempat, maksud, dan tujuan PT, kedudukan, struktur permodalan, serta pengurus PT juga mesti disiapkan. Semua aspek tersebut harus dipenuhi karena merupakan langkah awal.

Ketentuan Nama PT

Dalam menentukan nama PT tidak boleh asal-asalan. Sebab sudah ada ketentuan hukumnya. Misalnya terdiri dari tiga suku kata, tidak boleh menggunakan serapan bahasa asing, serta tidak diperkenankan menggunakan nama PT yang sudah terdaftar.

Peraturan lengkapnya bisa kamu lihat di PP 43/2011 tentang Tata Cara Pengajuan dan Pemakaian Nama Perseroan Terbatas.

Tempat dan Kedudukan PT

Tempat serta kedudukan perseroan terbatas harus sesuai dengan alamat yang tertera. Misalnya jika kamu menempati kawasan Jakarta Barat, maka alamat yang tertulis juga harus di Jakarta Barat. Jika alamat tidak sesuai dengan kawasan real, maka dalam prakteknya, PT akan disebut sebagai cabang.

Maksud dan Tujuan PT

Maksud dan tujuan PT akan diatur pada pasal 3 Akta Pendirian PT yang menjelaskan seputar kegiatan perseroan terbatas tersebut. Dalam pasal tersebut, kamu dapat memilih jenis usaha apapun kecuali yang dilarang oleh Undang-Undang.

Struktur Permodalan PT

Untuk bisa mendirikan PT, setidaknya kamu harus memiliki modal dasar 50 juta Rupiah. Hal ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No.40 tahun 2007. Kemudian minimal 25% dari modal dasar harus disetor.

Namun saat ini, ketentuan modal dasar PT tak lagi 50 juta rupiah. Namun bisa sesuai kesepakatan pendiri PT yang tertuang dalam PP No.29 tahun 2016 mengenai Perubahan Modal Dasar Persesoran Terbatas.

Pengurus PT

Dalam struktur pengurus PT terdiri dari Direktur serta Komisaris. Tugas sehari-hari direktur adalah menjalankan perusahaan dan bertindak atas nama perusahaan. Sedangkan Komisaris hanyalah sebagai penasehat yang tidak berhak bertindak atas nama perusahaan.

Jika memiliki lebih dari 1 direktur, maka salah satunya harus diangkat menjadi Direktur Utama. Hal ini juga berlaku untuk posisi Komisaris.

2. Akta Pendirian Notaris

Jika data pendirian sudah lengkap, maka lanjut ke syarat mendirikan PT lainnya yaitu membuat Akta Pendirian PT. Akta tersebut harus dibuat di Notaris namun juga tidak mesti dibuat di Notaris yang ada di wilayah pendirian PT. Yang terpenting Notaris tersebut telah resmi dan terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM.

Kamu perlu memperhatikan sejumlah hal ketika membuat Akta Pendirian PT di Notaris yakni:

  • Semua pendiri PT mesti tanda tangan di Akta Pendirian PT di hadapan Notaris. Terkecuali jika berhalangan hadir maka bisa dikuasakan.
  • Otaris akan membacakan isi Akta Pendirian PT. Selanjutnya akan menjelaskan maksud pasal-pasal dalam akta tersebut.
  • Notaris akan meminta sejumlah dokumen seperti penggunaan nama PT, alamat lengkap, penyetoran modal, dan dokumen-dokumen lainnya.

3. SK Menteri Pendirian PT

Setelah Akta Pendirian Notaris selesai, notaris akan mengajukan pengesahan akta ke Menteri Hukum dan HAM. Baru kemudian akta akan sah pada saat surat keputusan badan hukum PT dari menteri keluar.

Jika surat sudah keluar, maka PT akan memiliki nomor pajak dan wajib melaksanakan lapor pajak tiap tahunnya. PT pun sudah memiliki subjek hukum baru yang memiliki kewajiban dan hak yang melekat selamanya. Sebagai badan hukum, PT pun sudah bisa melakukan kerjasama dengan pihak ketiga atas nama dirinya sendiri.

4. Surat Izin Domisili Kelurahan

Perseroan Terbatas harus memiliki izin domisili yang dikeluarkan oleh kelurahan atau desa tempat PT tersebut berada. Izin domisili yang dikeluarkan pihak kelurahan juga diatur oleh masing-masing pemerintah daerah.

Misalnya jika kamu hendak mendirikan PT di Jakarta, maka Keputusan Gubernur DKI Jakarta 506/1989 harus kamu ikuti. Untuk mengurus surat domisili, kamu memerlukan surat pengantar RT dan RW, Akta Notaris Pendirian PT, dan KTP Pemilik. Khusus di ibu kota, sudah diatur zonasi dalam pendirian perseroan terbatas.

5. NPWP

NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak merupakan nomor untuk wajib pajak. Dan sebagai waib pajak harus mengikuti proses administrasi perpajakan sebagai identitas wajib pajak PT yang telah didirikan. Ketika mendirikan PT, kamu akan memperoleh dua dokumen penting tentang perpajakan. Yakni Surat Keterangan Terdaftar Pajak dan NPWP.

Baca Juga: 9 Perusahaan Kontraktor Terbesar dan Terbaik di Indonesia

6. Izin Usaha

Surat Izin Usaha merupakan syarat mendirikan PT yang tidak boleh dilewatkan dalam mendirikan perusahaan. Izin Usaha dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah dimana kamu berada. Semua perusahaan harus memiliki SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan). Surat izin inilah yang menjamin legalisasi dalam melaksanakan usaha perdagangan atau jasa.

Kategori SIUP menurut Permendag No.46 Tahun 2009 terdiri atas 4 jenis, yakni SIUP Mikro, SIUP Menengah, SIUP Kecil dan SIUP Besar.

7. TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

TDP atau Tanda Daftar Perusahaan wajib dimiliki oleh pendiri PT. Sebab perusahaan tidak akan mengalami kesalahan bisa sudah masuk dalam TDP. Ketentuan kepemilikan TDP oleh perusahaan sudah terdaftar dalam Undang-Undang No.3 Tahun 1982 Pasal 5 ayat (1). Tertulis di dalamnya bahwa “Tiap Perusahaan Wajib Didaftarkan dalam Daftar Perusahaan”.

Jadi sebelum kamu mulai mendirikan perusahaan atau bahkan melakukan pencarian sewa tempat untuk usaha, ada baiknya pahami dulu bagaimana tata cara dan syarat mendirikan PT agar untuk kedepannya tidak menyulitkan kamu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.