Tata Cara, Syarat dan Biaya Perpanjang Hak Guna Bangunan (HGB)

Image: SpaceStock
0 976

Sertifikat HGB adalah jenis sertifikat yang memberikan legalitas pada pemegang untuk membangun beragam bangunan di atas tanah yang bukan miliknya. Tanah tersebut umumnya dimiliki oleh negara tetapi bisa pula dimiliki oleh perorangan.

Sesuai dengan ketentuan yang ada di Undang-Undang Pokok Agraria, jangka waktu berlakukanya HGB adalah 30 tahun dan bisa diperpanjang dengan jangka waktu selama 20 tahun. Masa berlakukanya HGB berbeda-beda, sesuai dengan apa yang diputuskan oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional) pada pemegang hak.

Hak Guna Bangunan
Image: Dekoruma

[lwptoc]

Pengertian HGB

Sebelum bicara soal bagaimana perpanjangan HGB, perlu diketahui apa itu HGB. HGB adalah suatu kewenangan yang diberikan oleh pemerintah atau pemegang hak untuk menggunakan lahan yang bukan miliknya dalam jangka waktu 30 tahun dan bisa diperpanjang maksimal 20 tahun lamanya.

Penerima kewenangan atau pemegang sertifikat diberikan kuasa untuk mengelola lahan sesuai dengan yang diperjanjikan. Bisa untuk mendirikan bangunan ataupun melakukan hal lain dalam jangka waktu tertentu. Jika digunakan untuk mendirikan bangunan, maka pemilik properti dengan status HGB hanya memiliki bangunannya saja, hak atas tanah tetap menjadi milik pemberi kewenangan (negara). Umumnya, pengembang atau developer menggunakan lahan berstatus HGB untuk mendirikan unit perumahan dan apartemen.

Syarat Perpanjang Sertifikat HGB

Pemegang HGB dibatasi oleh jangka waktu kepemilikan. Karenanya setelah jangka waktu kepemilikan HGB habis, pemegang bisa saja melakukan perpanjangan kembali. Dengan catatan perpanjangan ini hanya bisa dilakukan maksimal selama 20 tahun. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang ada pada PP No. 40 Tahun 1996.

Nah untuk mengajukan perpanjangan Hak Guna Bangunan, pembaharuan atau perpanjangan HGB harus dilakukan minimal dua tahun sebelum tanggal jatuh tempo HGB habis. Caranya adalah dengan menyertakan syarat-syarat perpanjangan HGB berikut ini:

  • Isi formulir permohonan yang dilakukan diloket pelayanan kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional)
  • Surat Kuasa, apabila yang melakukan perpanjangan diwakilkan atau dikuasakan.
  • Fotokopi KTP dan KK pemohon
  • Sertifikat HGB Asli
  • Fotokopi Akta Pendirian dan Pengesahan Badan Hukum, sebelumnya harus telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  • Fotokopi SPPT PBB tahun berjalan, sebelumnya harus telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  • Bukti Pembayaran Uang Pemasukan

 

Baca Juga: Ketahui Jenis Sertifikat Apartemen dan Rumah Lebih Spesifik

 

Cara Perpanjang Sertifikat HGB

Untuk melakukan perpanjangan sertifikat HGB, ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan. Berikut alurnya:

1. Datang ke Kantor Badan Pertanahan Nasional

Setelah kamu melengkapi seluruh syarat perpanjangan sertifikat Hak Guna Bangunan di atas, langkah selanjutnya adalah membawa syarat tersebut ke kantor BPN di wilayah sebagaimana yang terdaftar dalam sertifikat. Langsung saja datang ke bagian loket pelayanan untuk meminta formulir pengajuan dan mengisinya.

Dalam formulir pengajuan, kamu akan diminta untuk mengisi beberapa data, mulai dari identitas diri, letak, luas dan penggunaan tanah yang dimohonkan, sekaligus juga mengisi peryataan bahwa tanah tidak dalam sengketa dan pernyataan tanah dikuasai secara fisik.

2. Loket Pembayaran

Setelah kamu mengisi formulir dan beberapa dokumen lain terkait perpanjangan HGB, kamu bisa lanjutkan ke loket pembayaran. Di sana kamu akan diminta membayar biaya pemeriksaan tanah dan pendaftaran hak. Untuk biayanya, akan dijelaskan pada bagian sub bab biaya dan waktu perpanjangan sertifikan HGB di bawah ini.

3. Proses Layanan Berlangsung

Setelah pembayaran selesai kamu lakukan, maka proses layanan sudah bisa berlangsung. Pihak BPN akan melakukan pemeriksaan tanah, lalu melakukan Penerbitan Surat Keputusan Perpanjangan Jangka Waktu Kantah. Baru setelah itu melakukan Penerbitan Surat Keputusan Perpanjangan Jangka Waktu Kanwil, selanjutnya melakukan Penerbitan Surat Keputusan Perpajangan Jangka Waktu BPN RI.

Berikutnya melakukan Pendaftaran Hak dan Penerbitan Sertipikat. Baru setelah itu, kamu bisa bisa mengambil sertifikat di loket pelayanan Kantor Pertanahan.

Biaya & Waktu Perpajangan Sertifikat HGB

Sesuai dengan ketentuan dalam PP No. 46 tahun 2002, rumus perhitungan biaya perpanjangan HGB dihitung dengan rumus:

Jangka waktu perpanjangan HGB dibagi 30 tahun dikali 1 persen. Hasilnya dikalikan dengan pengurangan Nilai Perolehan Tanah (NPT) dan NPT Tidak Kena Uang Pemasukan (NTPTTKUP) dikalikan 50 persen.

Untuk besaran NPT dan NPTTKUP bisa dilihat pada SPT PBB tanah yang akan kamu perpanjang. Misal kamu memiliki apartemen sebanyak 3.500 unit dengan NJOP Rp15 juta/meter persegi. Maka total NPT bila apartemen seluas 5 hektare adalah sebesar Rp750 miliar. Rumusnya 20 tahun dibagi 30 tahun dikalikan 1 persen, hasilnya diperoleh angka 0,0067.

Lalu berapa biaya perpanjangan HGB-nya? Biayanya adalah 0,0067 dikalikan Rp750 miliar dikali 50 persen. Hasilnya biaya perpanjangan hak guna bangunan apartemen tersebut adalah Rp2,5 miliar. Bila ada 3.500 unit, hasilnya tiap unit biayanya sekitar Rp714.000.

Sebelum dilakukan perpanjangan oleh PPPSRS, biasanya terlebih dahulu mereka mendatangi penghuni saat jatuh tempo pemakaian. Mereka akan menginformasikan besaran biaya perpanjangan hak guna bangunan lewat surat pernyataan yang diperuntukkan untuk memperpanjang HGB.

Kemungkinan juga ada biaya tambahan. Misalnya biaya untuk pengukuran tanah untuk memastikan tidak ada perubahan luas ataupun batas-batas wilayah apartemen. Sesuai dengan aturan, biayanya untuk luas tanah 5 hektare dibagi 500 dikalikan HSBKu, lalu ditambah Rp100.000.

Jadi bisa disimpulkan bahwa biaya perpanjang sertifikat HGB sangat bervaratif. Tergantung lokasi, nilai tanah, luas tanah, dan jenis tanah. Jangka waktu perpanjangan hak guna bangunan biasanya memakan waktu 30 hari untuk tanah degan luas tidak lebih dari 2.000 m2, 49 hari jika lebih dari 2.000 m2 hingga 150.000 m2 dan lebih dari 150.000 m2 jangkanya selama 89 hari.

Leave A Reply

Your email address will not be published.