Ternyata Ada 7 Jenis Renovasi yang Bisa Turunkan Nilai Jual Rumah

Image: mydecorative.com
0 196

Kebanyakan orang melakukan renovasi rumah untuk memperbaiki kerusakan yang ada atau mengubah sesuatu agar sesuai dengan keinginan atau seleranya. Namun, yang banyak tidak disadari orang, renovasi rumah bisa jadi malah menurunkan nilai jual rumah. Tentu hal ini sangat tidak diinginkan, karena kita sudah mengeluarkan uang lebih untuk melakukan renovasi. Jika harga jualnya malah turun tentu akan rugi.

Untuk itu, kamu sebaiknya berhati-hati sebelum memutuskan melakukan renovasi rumah agar harga jualnya tidak turun. Berikut adalah 7 renovasi rumah yang bisa turunkan nilai jual rumah.

1. Lokasi rumah yang tidak strategis

Harga jual rumah ternyata sangat dipengaruhi oleh lokasi dari rumah tersebut. Rumah yang berlokasi di tempat strategis tentu akan punya harga jual yang lebih tinggi dibandingkan rumah yang sulit dijangkau dan jauh dari fasilitas publik. Karena itu, sebelum melakukan renovasi rumah sebaiknya perhatikan lokasi rumah kamu juga.

Kalau lokasi rumah dianggap terlalu jauh dan kurang prospektif, nilai jual rumah akan lebih rendah. Calon pembeli tentu akan lebih banyak mengincar rumah yang posisinya strategis. Jangan sampai biaya renovasi yang kamu keluarkan jadi terlalu mahal dibandingkan lokasi rumahnya. Lebih baik simpan uangnya untuk beli lokasi yang lebih menjanjikan dan bangun rumah di sana.

2. Menghias ruangan secara berlebihan

Nilai Jual Rumah
Image: tedxcoimbra.com

Desain rumah biasanya sangat tergantung dengan selera dan hobi masing-masing pemiliknya. Pemilik rumah kadang cenderung ingin menambahkan ornamen-ornamen kesukaannya yang dianggap menarik. Misalnya, pemilik benda antik yang cenderung menambahkan ornamen-ornamen aneh dan lawas. Ada juga pecinta hewan yang senang menambahkan lukisan atau patung hewan.

Sayangnya, tidak semua orang memiliki selera yang sama. Calon pembeli yang kurang senang dengan properti-properti kustom tersebut bisa jadi berkurang ketertarikannya dengan properti tersebut. Hal ini dapat menurunkan nilai jual rumah. Untuk itu, hindari renovasi yang menambahkan benda-benda aneh. Gunakan ornamen yang memang menarik secara umum.

3. Membuat kolam

Renovasi Rumah
Image: Arsitektur.me

Penambahan kolam ternyata bisa menjadi salah satu renovasi yang bisa menurunkan nilai jual rumah. Kamu mungkin berpikir membuat kolam renang atau kolam ikan bisa membuat nilai jual rumah semakin tinggi. Sayangnya, tidak semua calon pembeli tertarik memiliki kolam di rumah. Hal ini karena perawatannya yang sulit dan membutuhkan banyak biaya.

Banyak calon pembeli yang malah justru menghindari membeli rumah yang memiliki kolam renang atau kolam ikan. Kalau kamu ingin menambahkan kolam di rumah, sebaiknya kamu berpikir ulang karena saat menjual rumah nantinya kamu tidak bisa menjangkau ke semua kalangan.

4. Membuat ruang khusus hobi

Orang yang memiliki hobi tertentu biasanya senang membuat ruangan khusus hobi di dalam rumahnya. Misalnya, orang yang senang bermain musik cenderung membuat satu ruangan kedap suara khusus yang ditempeli berbagai busa dan ornamen khusus. Sayangnya, penambahan ornamen pada ruang hobi ini tidak bisa meningkatkan harga jual rumah.

Ruang khusus hobi ini hanya berharga bagi pemilik hobi tersebut. Calon pembeli rumah kemungkinan besar tidak tertarik dengan ruangan ini. Bagi calon pembeli justru ruang tersebut ingin diubah fungsinya menjadi ruangan lain yang diperlukan. Untuk itu, renovasi ruang hobi sebelum menjual rumah dianggap kurang diperlukan.

Baca Juga: 10 Barang yang Bawa Pengaruh Buruk di Rumah, Percaya atau Tidak?

5. Menambahkan elemen kecil yang terlalu mahal

Renovasi rumah terkadang harus dilakukan, terutama jika memang ada bagian-bagian yang rusak dan harus diganti. Pemilik rumah terkadang cenderung ingin menambahkan atau mengganti dengan elemen-elemen baru yang terbaik dan mahal. Sayangnya, calon pembeli biasanya tidak memperhatikan hal ini.

Walaupun kamu melakukan renovasi dengan mengganti daun pintu dengan kayu berkualitas tinggi atau lampu yang sangat mahal, calon pembeli tetap tidak bisa melihatnya. Hal ini karena penambahan elemen yang seperti itu tidak memberikan nilai tambah yang berarti bagi calon pembeli. Karena itu, saat melakukan renovasi, kamu sebaiknya hati-hati agar tidak mengeluarkan uang lebih banyak daripada yang seharusnya.

6. Menambahkan ornamen-ornamen buatan sendiri

Ornamen atau perabot buatan sendiri atau dikenal juga dengan nama DIY (Do it yourself) memang bisa membantu kamu menghemat pengeluaran. Beberapa orang merasa terlalu percaya diri dan memutuskan untuk melakukan renovasi sendiri atau menambahkan elemen buatan sendiri. Sayangnya, hal ini ternyata bisa menurunkan nilai jual rumah. Tidak semua orang memiliki selera yang sama.

Sebaiknya kamu hindari melakukan sendiri pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh profesional. Misalnya mengganti ubin atau mengecat dinding. Serahkan pekerjaan yang seperti ini ke orang-orang yang memang profesional dan berpengalaman. Kalau kamu mengerjakan pekerjaan seperti ini juga ada resiko bisa merusak rumah.

7. Menggabungkan ruangan atau mengurangi jumlah ruangan

Nilai Jual Rumah
Image: billielourd.org

Mengurangi jumlah ruangan di rumah dengan menggabungkan dua ruangan memang bisa membuat kesan rumah yang lebih luas. Misalnya menghilangkan sekat antara dapur dengan ruang makan untuk mendapatkan satu ruangan yang luas. Hilangnya sekat-sekat dalam rumah membuat ruangan tersebut bisa menjadi lebih lapang. Tren ini sedang cukup diminati oleh banyak orang, terutama di lahan perumahan yang sempit.

Sayangnya, ternyata menggabungkan dua atau lebih ruangan menjadi satu bisa menurunkan harga jual rumah. Bagi calon pembeli yang membutuhkan lebih banyak ruangan, tentu satu ruang yang lapang akan menjadi tidak menarik. Mereka bisa menjadi ragu untuk membeli rumah tersebut.

Renovasi rumah memang terkadang diperlukan, namun kamu harus tetap memperhatikan agar tidak menurunkan nilai jual rumah. Terutama kalau rumah tersebut kamu gunakan sebagai investasi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.